Tugas MPKMB – Kondisi Pertanian di Daerah Bogor

Kondisi Pertanian Daerah Bogor dan Produk Unggulannya

Pertanian adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bercocok tanam yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan suatu bahan, makanan, atau sesuatu yang bermanfaat lainnya. Pertanian mempunyai berbagai macam manfaat dalam berbagai macam aspek kehidupan. Misalnya manfaat secara ekonomi, pangan, industri, dan lainnya.

Seperti yang kita ketahui, di Indonesia banyak sekali daerah-daerah yang mempunyai hasil pertanian unggulan. Misalkan Karawang dengan berasnya, daerah Indonesia timur khususnya Maluku mempunyai produk unggulan rempah-rempah, Kalimantan dengan kelapa sawitnya, Jawa Timur dengan tebunya, Jawa Barat dengan ubinya dan daerah-daerah lain yang juga mempunyai produk pertanian unggulan masing-masing.

Di daerah Bogor, ada berbagai macam produk hasil pertanian yang cukup terkenal. Seperti talas, singkong, ubi, kentang, timun, padi, dan lain-lain. Walaupun tidak terlalu banyak lahan-lahan yang digunakan untuk menanam singkong, ubi dan lainnya tapi setidaknya masih ada masyarakat Bogor yang masih berkeinginan ‘melestarikan’ produk-produk tersebut di daerah Bogor. Singkong dan ubi biasanya diolah lagi menjadi kripik, dan makanan pengganti nasi. Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, dan baik untuk pengidap alergi. Timun mempunyai manfaat untuk dijadikan pelengkap makanan.

Jika kita melihat bogor dari segi Kota-nya, memang sangat jarang sekali lahan-lahan pertanian yang masih utuh. Lahan-lahan pertanian tersebut biasanya sudah di’sulap’ menjadi ‘taman beton’ yang berbentuk hotel-hotel mewah, tempat rekreasi, supermarket, restoran dan lain sebagainya. Namun di daerah kabupaten bogor walaupun tidak banyak, tapi kita masih bisa melihat pemandangan-pemandangan lahan pertanian yang hijau, sejuk, asri nan damai.

Walaupun lahan-lahan pertanian tersebut terletak agak jauh di pedalaman, namun setidaknya lahan-lahan pertanian tersebut mampu mempertahankan Bogor sebagai salah satu daerah yang masih mempunyai lahan bernuansa hijau.

Aspek-aspek lahan pertanian di daerah perkotaan yang sudah digarap menjadi lahan-lahan bangunan mewah dan megah memang sangat disayangkan. Hal itu membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor mengalami penurunan terus menerus. Adanya perubahan fungsi guna lahan dari kawasan non budidaya menjadi kawasan budidaya terbangun juga menyebabkan RTH di Kota Bogor menurun.

Maka dari itu, semoga lahan-lahan pertanian yang tersisa di Bogor tetap bisa terjaga dan Bogor tetap menjadi Bogor yang sejuk, hijau, dan asri.

Nur Allif Fathurrahman

G44110008

 

Category: General
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.